2/28/2009 11:10:00 AM

Pertunjukan Spesial Malam Terakhir Jak Jazz 2008

Jakarta: Jakarta Jazz Festival 2008 dimeriahkan sejumlah artis jazz kawakan luar negeri. Roland van Straaten, pemain harmonika asal Swiss mengawali rangkaian pentas jazz hari ketiga, Ahad (30/11). Straaten yang tampil di panggung Orion pelataran Istora Senayan, Jakarta, menunjukkan musik harmonika bisa mewakili serangkaian alat musik tertentu.

Di salah satu lagu yang dibawakan, pemusik jebolan Zurich Conservatorium ini menggandeng Ian Ingram pada saksofon. Aksi panggung Straaten menunjukkan ia bukan hanya pemain harmonika tapi penghibur sejati penuh ekspresi. Tak heran Straaten mendapat julukan Harmonica Virtuoso dan menyabet sejumlah penghargaan spesial atas penampilannya di beberapa pentas dunia.

Di panggung Skyline Terrace, sayap selatan Istora, artis jazz asal Kamerun berkebangsaan Prancis, Roland Tchakounte menggaet Mathias Bernheim pada perkusi dan Mick Ravassat pada gitar. Tchakounte menampilkan musik blues paduan Amerika Serikat dan Afrika dalam dialek Bamileke dan Prancis. Penampilan Tchakounte adalah untuk kali kedua di Jak Jazz Festival 2008 ini.

Sementara penampilan peraih delapan Grammy Award, Andrae Crouch, musisi jazz asal AS yang menjadi salah satu pelopor musik gereja kontemporer membuka pentas panggung utama. Lagu-lagu andalan dari album-album lamanya seperti Don`t Give Up, Pray, dan Gift of Christmas memanjakan penikmat jazz yang memadati Hall Istora Senayan.

Pertunjukkan spesial malam terakhir Jak Jazz 2008 adalah kolaborasi grup musik jazz asal AS, The Yellow Jacket dengan Tohpati, master gitaris Indonesia. Kolaborasi ini menarik karena posisi Tohpati menggantikan Mike Stern, pemain gitar tambahan pada album terakhir The Yellow Jacket pada 2008 Lifecycle.

Meski sempat diguyur hujan, secara keseluruhan acara tetap menarik pecinta jazz. Namun dampak krisis global sepertinya berpengaruh pada acara tahunan ini. Dikabarkan sejumlah artis luar batal hadir karena masalah keuangan. Penyelenggara mengklaim festival kali ini lebih baik dari tahun kemarin berdasar jumlah pengunjung yang mencapai 16 ribu orang [baca: Daniel Sahuleka Memukau Penikmat Jazz Tanah Air].(YNI/Teguh Dwi Hartono)

0 komentar: