5/20/2009 02:07:00 PM

Array

Pengenalan Pemrograman 1

Versi 2.0

Java array



Tujuan

Pada akhir pelajaran, peserta diharapkan mampu untuk :
Mendeklarasikan dan membuat array
Mengakses elemen-elemen di dalam array
Menentukan jumlah elemen dalam sebuah array
Mendeklarasikan dan membuat array multidimensi



Pengenalan array

kita memiliki tiga variabel dengan tipe data int yang memiliki identifier yang berbeda untuk tiap variabel.

int number1;
int number2;
int number3;

number1 = 1;
number2 = 2;
number3 = 3;

Code di atas bukanlah contoh yang baik untuk memperlihatkan proses penginisialisasian dan penggunaan variabel, terutama jika variabel tersebut digunakan untuk tujuan yang sama.



Pengenalan array
baik Java maupun bahasa pemrograman lain, memiliki kemampuan untuk menggunakan satu variabel yang dapat menyimpan sebuah data list, kemudian memanipulasinya dengan lebih efektif.

Tipe variabel inilah yang disebut sebagai array.
Sebuah array akan menyimpan beberapa item data dengan tipe data yang sama di dalam sebuah blok memori yang berdekatan yang kemudian dibagai menjadi beberapa slot.



Pendeklarasian array

Untuk mendeklarasikan array :
tulis tipe datanya,
diikuti dengan tanda kurung [ ],
serta diikuti oleh nama identifier.

Contoh:


int []ages;


atau

int ages[];



Array instantiation

Setelah proses pendeklarasian, kita harus membuat array dan menentukan berapa panjangnya dengan sebuah pernyataan konstruktor.

Instantiation

Di Java, ini berarti pembuatan

Konstruktor
Untuk meng-instantiate sebuah obyek, kita membutuhkan sebuah konstruktor.
Sebuah konstruktor merupakan sebuah method yang dipanggil untuk membuat object


Kita akan membicarakan lagi mengenai instantiate obyek dan pembuatan konstruktor pada bagian selanjutnya.



Array instantiation

Untuk meng-instantiate (atau membuat) sebuah array,
Tulislah new keyword,
Diikuti oleh tanda kurung [ ] yang berisi angka dari elemen yang Anda inginkan pada array tersebut.
Contoh,

//deklarasi
int ages[];

//instantiate object
ages = new int[100];

atau, juga dapat ditulis,

//declare and instantiate object
int ages[] = new int[100];



Array instantiation



Array instantiation

Anda juga dapat meng-instantiate sebuah array dengan cara menginisialisasinya secara langsung dengan data.

Contoh,

int arr[] = {1, 2, 3, 4, 5};

Pernyataan ini mendeklarasikan dan meng-instantiate sebuah array dari integer dengan lima elemen (diinisialisasi dengan nilai 1, 2, 3, 4, dan 5).



Contoh program

//membuat sebuah array dari variabel boolean pada sebuah identifier

//hasil. Array ini berisi 4 elemen

//untuk nilai {true, false, true, false}

boolean results[] = { true, false, true, false };

//Membuat sebuah array yang terdiri dari penginisialisasian 4 variabel

//untuk nilai {100, 90, 80, 75};

double []grades = {100, 90, 80, 75};

//Membuat sebuah array String dengan identifier days

//terdiri dari 7 elemen.

String days[] = { “Mon”, “Tue”, “Wed”, “Thu”, “Fri”, “Sat”, “Sun”};



Pengaksesan elemen array

Untuk mengakses sebuah elemen dalam array , atau mengakses sebagian elemen dari array , Anda menggunakan penomoran yang disebut sebagai index atau subscript.

Index atau Subscript
Diberikan kepada tiap anggota array, agar program dapat mengakses anggota dari array.

Dimulai dari nol dan kemudian akan terus bertambah sampai list value dari array tersebut berakhir.

CATATAN: elemen di dalam array anda dimulai dari 0 sampai (sizeOfArray-1)



Pengaksesan elemen array

Contoh, pada array yang telah kita deklarasikan tadi, kita mempunyai


//memberikan nilai 10 kepada elemen pertama array


ages[0] = 10;

//mencetak elemen array yang terakhir

System.out.print(ages[99]);



Pengaksesan elemen array

CATATAN:
Jika array telah dideklarasikan dan dikonstruksi , nilai yang disimpan dalam setiap anggota array akan diinisialisasi sebagai nol.

Untuk tipe data reference seperti String , nilai dari String tidak akan diinisialisasi ke string kosong “ ”, sehingga Anda tetap harus membuat array String secara eksplisit.



Pengaksesan elemen array

Berikut ini merupakan contoh, untuk mencetak seluruh elemen di dalam array. Terdapat penggunaan loop pada contoh yang membuat kode lebih pendek

public class ArraySample{
public static void main( String[] args ){
int[] ages = new int[100];
for( int i=0; i<100;> Petunjuk penulisan program 1. Akan lebih baik jika anda menginisialisasi atau meng-instantiate array setelah mendeklarasikannya.

Contoh deklarasi,

int []arr = new int[100];
juga diperbolehkan,

int []arr; arr = new int[100];
Petunjuk penulisan program

2. Elemen-elemen dalam array dengan n-elemen memiliki index dari 0 sampai n-1. Perhatikan bahwa tidak ada elemen array arr[n], karena hal ini akan menyebabkan array-index-out-of-bounds exception .
3. Anda tidak dapat mengubah ukuran sebuah array. Panjang array Untuk mengetahui jumlah elemen di dalam sebuah array, Anda dapat menggunakan length (panjang) field pada array. Panjang field dalam array akan me-return value dari array itu sendiri. Atau dapat ditulis,

arrayName.length Panjang array public class ArraySample { public static void main( String[] args ){ int[] ages = new int[100]; for( int i=0; i

Read More..
5/19/2009 02:53:00 PM

INHERITANCE

Inheritanceatau pewarisan pada pemrograman berorientasi objek merupakan suatu hubungan dua buah kelas atau lebih. Dalam hal ini ada kelas yang memiliki atribut dan metode yang sama dengan kelas lainnya beserta atribut dan metode tambahan yang merupakan sifat khusus kelas yang menjadi turunannya. Sebagai contoh, misalkan ada sebuah kelas Titik yang mempunyai kelas turunan Titik3D:


class Titik
private integer x
private integer y
Titik()
x <> integer
-> x
{end getX}

public getY() -> integer
-> y
{end getY}
{end class}
class Titik3D: Titik
private integer z

Titik3D()
z <- 0 {end Titik3D} public getZ() -> integer
-> z
{end getZ}

{end class}

Keterkaitan antara kelas Titik dan Titik3D adalah kelas Titik3D merupakan kelas turunan dari kelas Titik. Dalam hal ini kelas Titik disebut dengan kelas dasar atau super classatau base classsedangkan kelas Titik3D disebut sebagai kelas turunan atau derived classatau subclass.

Pada contoh di atas, ketika kelas Titik3D dibuat objeknya maka objek tersebut dapat menggunakan metode yang ada pada kelas Titik walau pada kode programnya metode itu tidak dituliskan, misalkan sebagai berikut:
Titik3D p <- new Titik3D() integer x <- p.getX() integer y <- p.getY() integer z <- p.getZ() Keuntungan dari pewarisan adalah tidak perlu mengutak atik kode kelas yang membutuhkan tambahan atribut atau metode saja, karena tinggal membuat kelas turunannya tanpa harus mengubah kode kelas dasarnya. Kelas dasar akan mewariskan semua atribut dan kodenya kecuali konstruktor dan destruktor yang memiliki izin akses publicdan protectedke kelas turunannya dengan izin akses yang sama dengan pada kelas dasar. Ketika sebuah kelas turunan dibuat objeknya saat eksekusi, maka secara implisit konstruktor kelas dasar dipanggil terlebih dahulu baru kemudian konstruktor kelas turunan dijalankan. Begitu juga saat objek dimusnahkan maka secara destruktor kelas turunan akan dijalankan baru kemudian destruktor kelas dasar dijalankan.

Read More..
5/05/2009 09:00:00 AM

Biodata Pemilik BLOG

BIODATA PEMILIK BLOG

Dibawah ini adalah biodata dari pemilik blog yang bertujuan untuk memenuhi tugas akhir dari pak Aris, selaku dosen matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek.

Nama : Arif Rakhman H.
Almt : Jl. Kusuma Bangsa, No.25b Panjang Wetan, Pekalongan Utara
T.T.L. : Pekalongan, 06okt'89.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
Agama : Islam.
Pekerjaan : Mahasiswa.
Status : Bujangan/Belum Kawin.

Read More..
4/09/2009 10:55:00 PM

Sudah di Bilik Suara, Salmah Malah Tewas


MATARAM, KOMPAS.com — Salmah (60), warga Karang Kemong, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB, tewas setelah terjatuh di bilik suara saat menggunakan hak pilihnya di TPS 6 Karang Kemong, Mataram, Kamis.


Menurut saksi mata, Salmah terjatuh di bilik suara sekitar pukul 10.00 Wita setelah antre menunggu giliran menggunakan hak suaranya pada Pemilu Legislatif 2009. Saat terjatuh, dari mulutnya keluar buih putih sehingga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Warga Karang Kemong itu sempat menjalani perawatan medis dan memperoleh bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen, tetapi Salmah mengembuskan napas terakhir beberapa menit kemudian.

Salah seorang saksi mata yang juga tetangganya, Awak (34), yang ikut mengantar Salmah ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Mataram, mengatakan, Salmah hanya sekitar dua menit berada di bilik suara. "Dia belum sempat mencontreng, tetapi sudah terjatuh, mungkin dia sakit sehingga terjatuh karena kelelahan," katanya.

Dokter jaga IGD RSUD Mataram, dr Santi, yang menangani pasien itu, mengatakan, saat dibawa ke rumah sakit, tensi darahnya mencapai 210/100, atau jauh melebihi ambang batas normal untuk usia lanjut yang harusnya hanya 130/100.

Santi menduga pasien itu meninggal dunia karena gagal jantung, karena menunjukkan gejala-gejala sesak napas sebelum mengembuskan napas yang terakhir. "Besar kemungkinan ia meninggal dunia karena gagal jantung, ia sesak napas," katanya.

Sumber : Ant

Read More..
4/09/2009 10:54:00 PM

A-Data Xupreme 16GB, Elegan


Selama ini A-Data piawai membesut USB flash disk yang cantik, unik, dan lucu fisiknya. Namun bukan berarti produsen Taiwan ini tidak bisa menampilkan flash disk yang serius nan gegas.

Lihatlah A-Data Xupreme ini. Sekilas desainnya sederhana saja. Terbuat dari alumunium sehingga ringan tetapi kokoh, badannya yang memanjang itu diberi warna abu-abu gelap. Tulisan XUPREME dan XPG menghiasi salah satu sisi badannya.


Menurut A-Data, seri XPG menerapkan teknologi ultra-fast dual channel. Artinya, seri ini secara khusus dirancang untuk menyajikan kinerja tinggi dengan desain yang sederhana tetapi gaya. Dan memang saat kami uji secara manual (lihat tabel uji), kecepatan A-Data Xupreme ini termasuk baik. Kecepatan tulisnya tercatat 9,89MB/s dengan kecepatan baca yang sekitar 23% lebih cepat. Angka-angka termasuk cepat, kendati bukan yang tercepat yang pernah kami uji pada tahun ini.

Hasil benchmark dengan Simplisoftware HD Tach 3.0.1.0 pun bagus. Xupreme mencatatkan kecepatan baca 29,1MB/s, kecepatan tulis 17,1MB/s dengan akses random 1,1ms, dan utilisasi CPU 22%. Angka-angka ini nyaris cocok dengan klaim A-Data yang mengatakan dukungan kecepatan baca flash disknya mencapai 30MB/s, atau 200X.
***


A-Data Xupreme dengan kapasitas bebas 14,9GB ini cocok dipilih jika Anda mencari flash disk nan gegas dengan tampilan elegan. Selain versi 16GB, A-Data menyediakan yang berkapasitas 8GB dan 32GB. Sebagai pelengkap, disediakan juga software eksklusifi UFDtoGo yang harus diunduh dari situs A-Data dengan terlebih dulu mendaftarkan produk yang Anda gunakan.

sumber: InfoKomputer

PLUS: Gegas; dukung ReadyBoost; ada software.

MINUS: Tutup USB mudah hilang; tanpa LED.

Hasil Uji Kecepatan Transfer*
Copy dari harddisk (write): 9,89MB/s
Copy ke harddisk (read): 12,14MB/s
Hapus file (delete): 323,59MB/s
*) File yang diproses adalah 161 file TIF dalam tiga folder dengan ukuran total 1,79GB. Pengujian dilakukan tiga kali pada koneksi USB 2.0 pada notebook NEC Versa E680 (Pentium M 1,5GHz, RAM 256MB, Win XP Pro), dan hasilnya dirata-ratakan.

SKOR PENILAIAN

(maksimal 5)
Kinerja : 4,3
Fasilitas : 4
Harga : 4
SKOR TOTAL : 4,12


SPESIFIKASI A-Data Xupreme (AXPG016G200BR)
Tipe koneksi: USB 2.0 Hi-Speed
Tipe memori simpan: Flash
Kapasitas: 16GB
Ketahanan: Tidak disebutkan
Dimensi (plt): 6,6x1,9x1,0 cm
Bobot : 12 gram
Kompatibilitas: Windows (2000 SP4/XP SP1, SP2/Vista)
Kelengkapan: Tali pengait
Garansi: Seumur hidup
Situs Web: www.adata.com.tw
Harga kisaran *: US$ 50
* Internasional Komputer, (021) 600-0358.

Read More..